Cukup lama mengundang teka-teki terkait waktu peluncuran flagship
terbarunya yaitu iPhone 5SE, akhirnya Apple membuka selubung untuk
produk yang sudah banyak beredar dalam wujud rendering dan teaser ini.
Diam-diam Apple sudah menyebar
undangan untuk sebuah acara istimewa pada beberapa jurnalis teknologi.
Sedianya acara tersebut bakal dihelat pada tanggal 21 Maret 2016
mendatang di markas besar Apple Campus yang bertempat di Cupertino,
California, Amerika Serikat (AS).“Let us loop you in,” begitu tulis Apple dalam invitasi resminya sebagaimana dirangkum dari KompasTekno, hari Jumat (11/3).
Sayangnya Apple tidak menuliskan lagi secara rinci mengenai produk
baru yang dirilisnya beberapa pekan lagi ini. Tetapi indikasi menguat,
Apple akan meluncurkan produk baru yang memang sudah ramai diberitakan
sebelumnya yakni iPhone SE (Special Edition).
Soal, spesifikasinya iPhone 5SE dirumorkan akan membawa bentang layar
senada dengan iPhone 5S yaitu 4 inchi. Begitupun pada spesifikasi
bagian desain, dikatakan juga membawa desain yang sama dengan iPhone 5S,
namun untuk iPhone 5SE membawa desain lebih dinamis lagi.
Di bagian jeroannya, iPhone 5SE rupanya dipersenjatai spesifikasi
dapur pacu yang lebih baik dibandingkan iPhone 5S yaitu penggunaan
chipset mirip iPhone 6S berupa chip Apple A9 ditambah kamera berkekuatan
8 megapiksel.
Di ajang yang sama, selain memperkenalkan iPhone 5SE kabarnya Apple juga turut memperkenalkan generasi terbaru dari iPad yang juga seri anyar iPad Air 2. Dari segelintir informasi yang masuk, pada produk bersegmen tabletnya ini Apple akan menamakannya iPad Pro.
Tidak seperti iPhone 5SE yang kabarnya begitu kencang, untuk iPad Pro belum begitu banyak bocoran yang beredar mengenai spesifikasinya. Hanya saja beberapa pihak menyatakan jika iPad Pro sudah didukung stylus Apple Pencil dan memiliki konektor yang bisa terhubung ke aksesoris keyboard.
Selain kedatangan dua produk anyar ini, tentunya publik juga menantikan respon CEO Apple, Tim Cook yang saat ini tengah berhadapan dengan pemerintah AS terkait masalah enkripsi iPhone 5c yang diduga milik pelaku teror di San Bernardino.